Udongah's Blog

Krui Lampung Barat

Makna di balik Adha

Berqurban (qurban) secara harfiah bermakna “mendekatkan”, kata qurban berasal dari bahasa Arab “qaraba-yuqaribu-qurbanan-qaribun yang artinya dekat. Qurban pertama kali dalam sejarah kemanusiaan dimulai oleh kisah Qabil dan Habil, putra nabi Adam as. Habil mempersembahkan hewan yang paling baik dengan hati ikhlas. Sementara Qabil berkurban hanya untuk mengalahkan saudaranya, kisah ini tercatat dalam QS.Almaidah:27-30 dan peristiwa ini menjadi tonggak sejarah dalam islam.

Namun dalam kontek Idul Adha memiliki pesan makna yang lebih luas yaitu :

  1. Hari raya qurban mempunyai kaitan dengan peristiwa nabi Ibrahim as, yaitu ketika Allah memerintahkan untuk menyembelih putranya, Ismail as padahal ia sudah lama mendambakan mempunyai anak dengan berdo’a siang malam “Rabbi habli minasshalihin” dan do’anya dikabulkan oleh Allah. Ketika beranjak dewasa Allah memerintahkan Ibrahim as untuk menyembelih anaknya,bisa dibayangkan ayah yang selalu mendambakan seorang anak tiba-tiba diperintah untuk disembelih,ia harus rela mengurbankan anak semata wayangnya untuk memenuhi perintah Allah.
  2. Digantinya Ismail as dengan hewan qurban sebenarnya merupakan simbolisasi diangkatnya esensi harkat manusia kedalam citra kemanusiaannya .Lalu mengapa saat itu berqurban disimbulkan dengan hewan ternak ? karena pada zaman Ibrahim as harta yang paling berharga disimpan dalam hewan ternak.

Lalu daging qurban diperuntukkan untuk siapa ? yaitu untuk sebagian pelaku qurban dan sebagian untuk fakir miskin,bukan untuk Tuhan karena tuhan tidak makan daging,oleh karena itu penyembelihan hewan ternak diartikan sebagai proses diri menuju ketaqwaan, dalam alquran dijelaskan “Tidak sampai kepada Allah daging dan darahnya tetapi yang sampai kepada-Nya hanya ketaqwaanmu” (QS Alhajj : 37).

Jadi pesan yang terkandung dalam berqurban adalah mengukur keimanan kita dan kepekaan sosial terhadap lingkungan kita.Untuk itu agar hidup lebih bermanfaat karena Allah maka salurkanlah harta,ilmu dan jabatan pada jalan kebenaran,yaitu membela orang miskin dari ketertindasan,menaikkan harkat kemanusiaan dan memberi pencerahan.

October 18, 2010 - Posted by | Management Qolbu

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d bloggers like this: